Sabtu, 01 Oktober 2011


The Last Of Memory
Mery (aku),Mayla dan Merlin. Itulah yang disebut Three Best Friend. Mereka bertiga sudah bersahabat selama 2 tahun di SD Gracylia. Sekolah itu adalah sekolah umum,tapi sudah sangat terkenal. Hanya anak-anak orang mampulah yang bisa bersekolah disana. Orang tua Three Best Friend rata-rata adalah pengusaha besar dan menteri. Kedekatan orang tua merekalah yang membuat mereka kenal dan akhirnya bersahabat. Disana mereka sangat akrab dibandingkan dengan anak-anak lain. Mereka selalu mengahadapi masalah bersama-sama dan bahagia bersama-sama pula. Tapi ada satu masalah lain yang membuat persahabatan mereka semakin lemah,karena adanya musuh bebuyutan mereka yaitu Aurel dan Keyzya. Mereka sudah lama jadi perusak persahabatan Three Best Friend. Awalnya gara-gara aku bersahabat dengan Aurel dan Keyzya,tetapi mereka sangat tidak suka dengan Mayla karena katanya,Mayla itu sangat sombong,tapi aku penasaran apakah itu benar. Jadi secara diam-diam aku mencoba bersahabat dengan Mayla. Dan ternyata Mayla itu tidak seburuk yang anak-anak kira. Mayla itu anaknya pintar,cantik dan tidak sombong. Tapi persahabatan aku sama Mayla tidak bertahan lama,karena diketahui oleh Keyzya dan Aurel. Akhirnya aku di paksa untuk memutuskan persahabatanku dengan Mayla. Sebenernya aku kasihan sama Mayla soalnya sudah di fitnah menjadi seorang  yang sombong. Jadi gitulah ceritanya,dan sekarang aku berhasil mutusin persahabatan aku dengan Aurel dan Keyzya. Sebenernya masih ada satu lagi masalah yang sangat besar yang membuat Mayla salah faham sama aku. Ni yah aku certain. Sebelum aku sahabatan sama Mayla,Aurel itu tau pasword facebook aku jadi dia nulis di statusku itu intinya aku mutusin Mayla,betapa bencinya aku sama dia,apalagi dia nggak mau ngaku,padahal cuma dia yang tau pasword facebook aku. Setelah kejadian itu aku juga mutusin Keyzya karena dia kalau ngomong itu ngasal-ngasal. Dia itu kalau ngomong sering nyakitin hati. Sampai sekarang mereka berdua jadi musuhku karena itu.
                                                ***
“hei!yang ini apa jawabannya ? tanyaku kepada Mayla,”pegunungan Himalaya” jawab Mayla sambil menulis. Begitulah suasana dikelas 6c setiap pagi,karena ada BTR yang belum bisa terjawab. Dikelas 6c anaknya ramah-ramah tapi anak laki-lakinya nggak pernah bisa di ajak kompromi masalah kerja sama. Sebenarnya anak laki-laki di kelas 6c itu pinter,baik,dan pokonya sempurna lah,tapi mungkin karena pergaulan yang kurang baik di contoh,jadi ya begini.
“assalamualaikum anak-anak,hari ini kita kedatangan murid baru yang berasal dari Australia” kata ustadzah Diah sambil menyuruh anak Australia itu masuk ke dalam kelas. ”hello!my name is Kayla Nabila Karisa Putri,my nick name is Kayla, I come on Ausi” kata Kayla yang logat katanya masih berbahasa Inggris. ”duduklah di sebelah Mery” suruh ustadzah Diah sambil menunjuk bangku kosong di sampingku. ”oke miss!!” jawab Kayla sambil menuju bangku kosong yang ada di sampingku. ”hey!my name is Mery” kataku sambil bersalaman dengan Kayla,”aku Kayla. Iya aku udah ngerti kok,nggak usah pake bahasa inggris juga nggak papa..” kata Kayla dengan santai,”okee..” jawabku santai juga. Pelajaran bahasa Indonesia pun dimulai,kali ini tentang bab “kalimat majemuk”. Guru bahasa Indonesia di kelasku namanya ustadzah Nia,beliau sangat pengertian pada semua muridnya,jadi kelas pun menjadi sangat nyaman dan pelajaran mudah saja masuk dalam otak.
Kringggg..kring…..saatnya berganti jam pelajaran. Kali ini pelajaran mengaji. Aku masih di Al Quran C,tapi kedua sahabatku Merlin dan Mayla sudah Al Quran B,jadi aku ada di bawah mereka. Mmmmm… kira-kira Kayla masuk mana ya? Pikirku dalam hati. Kelihatannya aku harus mengajak Kayla menuju ruangan ustad Hann. Jadi aku mengantar Kayla ke ruangan ustad Hann. ”assalamualaikum” kataku sambil membuka pintu kantor,”wa’alaikumsalam” jawab ustad Hann. ”ustad, ini kan ada anak baru namanya Kayla,kira-kira Kayla masuk kelas ngaji yang mana? “ tanyaku kepada ustad Hann.”dia di Al Quran C,karena dia kemarin sudah di tes dan hasilnya dia di Al Quran C” jawab ustad Hann secara rinci. ”oke thanks ustad” kata Kayla sambil bersalaman tanpa berpegangan tangan. ”Kayla sudah membawa Al Quran?” tanya ustad Hann. ”maaf ustd, saya belum membawa” jawab Kayla sambil menunduk. “kamu pinjam sama Mery dulu,tapi besok jangan lupa kamu membawa ya..” balas ustd Hann. “siip ustd.” Jawab Kayla sambil menggandengku keluar ruangan. “Assalamu’alaikum” kataku dan Kayla bersamaan.
Pelajaran mengaji pun telah usai. Aku menunggu kedua sahabatku sambil memperkenalkan Kayla lebih dekat kepada mereka. Ya sekitar 5 menit aku menuggu bersama Kayla,mereka berdua akhirnya datang juga. ”hey my best friend” kata Mayla dan Merlin serempak memanggilku. ”hei my best friend!! ni aku barengan sama Kayla,mau ya barengan sama dia?” mohonku kepada kedua sahabat baikku.”oke tapi cuma hari ini ya?” pinta Mayla kepadaku,”ya setidaknya sampai Kayla mengerti tentang sekolah ini,oke?” jawabku,”ya  sudah..” jawab kedua sahabatku dengan lemas. Kami berempat pun segera menuju kantin sekolah yang berada di dekat taman bermain. Aku pun segera mengambil jajanan yang aku ingin beli,begitu pula dengan teman-temanku lainnya yang berada di kantin sekolah. Setelah membayar jajanan,aku bersama 3 temanku tadi segera menuju ke kelas. Suasana dikelas ternyata sangat ramai, dan di sisi keramaian itu aku melihat ada Merlin dan Mayla sedang berbicara tidak seperti biasanya. Jika mereka punya masalah pasti mereka bilang ke aku,tapi kali ini? aku penasaran dan berusaha mendekati dengan pura-pura berjalan dintara mereka berdua. Setelah itu aku mendengar mereka berbicara tentang aku sama Kayla. Aku penasaran kira-kira mereka ngomongin apa. Agar aku tahu dengan jelas,aku berjalan lebih dekat sambil mengendap-endap,dan yang aku dengar lagi, mereka itu cemburu sama Kayla karena akhir-akhir ini aku selalu bersama dia terus. Setelah aku mendengar itu aku langsung berlari ke kelas. Suasana kelas sangat ramai,di samping keramaian itu aku merenung dan tak terasa air mataku membasahi pipi. Aku menangis tanpa seorang pun yang tau. Aku hanya takut kehilangan kedua sahabat baikku. Pada saat itulah Kayla datang untuk berusaha menghiburku,”hei kamu kenapa Mery?” tanya Kayla lembut, ”a..a..akkuu..sedih..” kataku sambil terbata-bata,”kenapa?cerita donk..” kata Kayla sambil berusaha mendekatkan kepalanya ke aku,”Merlin dan Mayla cemburu kalau kamu deket aku,hiks..hiks..hiks..” kataku sambil menangis,”oh..begitu..oke kalau begitu aku nggak deket-deket kamu lagi deh,kan masih ada yang lain” kata Kayla dengan lembut,”makasih ya La,kamu baik banget sama aku” kataku sambil memeluk Kayla,dan saat itulah aku melihat ada Aurel yang melihat aku dan Kayla berpelukan,dan mereka bebisik-bisik untuk merencanakan sesuatu, atau mungkin mereka akan membocorkan hal itu kepada Mayla dan Merlin. Aku langsung berlari kepada Aurel untuk menghentikan aksinya. Tapi ternyata aku sudah terlambat,mereka sudah berlari lebih dulu menuju Merlin dan Mayla. Lalu dia bisik-bisik mengatakan hal itu kepada kedua sahabatku,lalu aku hanya bisa menunduk cemas. Dan saat itu tiba-tiba datanglah masalah baru. ”Mery kamu jahat sekali sudah lancang mengambil flash disk di tasku kan?” Tanya Kayla dengan mata berlinang air mata,”nngggakk..itu pasti cuma fitnah!” kataku sambil menangis. Anak-anak pun mengerubungiku. ”coba lihat di kotak pensilmu!” suruh Kayla,”yasudah! Aku buktikan bahwa aku nggak salah !” tantangku sambil berlari menuju bangkuku. Dan saat kubuka kotak pensilku, aku hanya bisa kaget dan tak menyangka bahwa ternyata ada flash disk Kayla. Saat itulah aku hanya bisa pasrah. Aku hanya bisa menangis dan menunduk. Aku sempat merasa ada yang memegang kotak pensilku sebelum Kayla datang,tapi aku tak mementingkan hal itu karena itu nggak penting banget. Kayla pun menangis lalu langsung menjauhiku,dan aku berusaha untuk minta maaf kepada Kayla.”Kayla tunggu! kalau itu memang aku,aku akan kalah. Jadi maksudnya kita bertanding untuk berusaha membela Negara kita masing-masing,jadi kamu membela Australia. Kalau aku kalah berarti aku memang mengambil flsh diskmu,kalau aku menang berarti aku nggak mengambil flash diskmu,gimana?” tantangku sambil menggenggam erat tangan Kayla. ”OKE,FINE! aku terima,tapi tandingya besok saat istirahat pertama! gimana?” Tanya Kayla,”oke,deal !” jawabku sambil bersalaman dengan Kayla yang berarti menyetujui hal tersebut. Saat itu Merlin dan Mayla melihat kejadian itu dan langsung berlari menghindariku,lalu anak-anak yang mengerubungiku pun langsung bubar. Saat itu juga aku berlari menuju bangkuku dan merenung. Apa  aku bisa mengikuti tanding besok tanpa adanya dukungan kedua sahabatku? tanyaku dalam hati. Tiba-tiba saat itu ayah menjemputku karena mamaku ada acara keluarga mendadak dan aku wajib ikut. Akhirnya aku meninggalkan kelas tanpa tanda berpisah dengan kedua sahabatku. Sebelum pulang,aku izin dengan Ustdzah Sitha yang sebagai wali kelasku di 6c untuk pulang lebih awal daripada biasanya
Keesokan harinya,aku berangkat sekolah tanpa rasa semangat sedikitpun. Aku tak bisa berfikir dengan baik sekalipun. Saat berjalan yang kurasakan hanyalah kekecewaan dan penyesalan. Aku hanya bisa mennunduk lemas tak berdaya. Jantungku pun tak bisa diajak kompromi sedikit saja. Dia berdetak begitu kencang ketika ku berada di depan kelas. Saat itu,aku benar-benar tak bisa menahan rasa sedih yang berlebihan. Tak kuat menahan,jatuhlah setetes air dari mata membasahi pipi. Tak ada seorang pun yang tau saat itu aku menangis. Mungkin hanya sebuah geudung yang hanya menatapku biasa tanpa melakukan apa-apa. Aku hanya bisa berharap nanti aku bisa memenangkan pertandingan di kelas. Dan aku harap,aku nggak di skors gara-gara berantem sama temen sendiri. Aku segera bergegas ke kamar mandi untuk membasuh mukaku dengan sedikit air untuk menghilangkan rasa penat di hati. Kenapa di saat seperti ini,kedua sahabatku sedang jauh dariku? Apa semua ini benar-benar salahku? Aku hanya ingin mereka kembali dan bisa berkumpul bersama lagi seperti dulu.
“Kkkkrrriiiing….” bel sekolah berbunyi yang tandanya masuk ke kelas masing-masing,tapi jangan lupa membaca ikrar dulu. Semua anak baris dengan rapi dan membaca ikrar dengan sungguh-sungguh. Setelah ikrar, anak-anak masuk ke kelas masing-masing. Saat aku masuk kelas aku merasa sangat lemas sekali dan tidak siap untuk mendapatkan pelajaran ustdzah Iyah. Hatiku selalu gelisah,apalagi nanti nggak ada pelajaran mengaji,karena hari ini Jum’at.
Saat pelajaran ustadzah Iyah telah usai,Kayla langsung berjalan menuju mejaku. ”ayo kita lakukan pertandingannya sekarang”,saat Kayla menghentakkan meja,jantungku berasa mau copot,karena aku belum siap. Aku langsung digandeng menuju belakang kelas. Anak-anak sekelas pun mengerubungiku. Ada yang mendukungku dan mendukung Kayla. Aku sedih karena Mayla dan Merlin tidak ada untuk mendukungku. ”ayo kita mulai dari aku” kata Kayla dengan yakin. ”di Australia banyak hewan yang lucu-lucu seperti koala dan kanguru,tapi di Indonesia tidak ada yang lucu” kata Kayla dengan sigap. ”disini ada,contohnya beruang madu,lumba-lumba dan masih banyak yang lain” balasku dengan tenang.”oke, di sini tidak ada tempat bermain yang besar kan seperti di Australia?” sentak Kayla,”owh!tentu saja ada yaitu Sea world dan Dufan,mungkin kamu belum tau,itu letaknya di Jakarta” balasku dengan santai,”sekarang mulai dari kamu. Dan kali ini aku yakin  kamu yang kalah Mer!” bentak Kayla.”aku? hmm…”kataku dengan lemas. Dan saat itulah Merlin dan Mayla berkata”Kayla, di sini adalah negara terbesar di asia,tapi negaramu negara terkecil di asia kan? lalu ada jembatan terpanjang yang bernama Suramadu,itu jembatan terpanjang se-asia tenggara dan itu hanya milik Indonesia” jelas Mayla dan Merlin.”HAH? Ya Tuhaann….” kata Kayla sambil menepuk dahinya. ”kalau kalah,ya kalah aja,hhhhhuuuu!!” teriak Mia yang membantuku. ”iya…huuuuuuu” seru anak-anak sekelasku kecuali Aurel dan Keyzya yang cemberut. Saat itu aku langsung memeluk kedua sahabatku dengan erat sambil menangis. ”makasih ya kalian memang sahabat terbaik seumur hidupku” kataku sambil sesenggukan.”three best friend untuk selamanya”kataku dan kedua sahabatku kompak sambil berpelukan. Anak-anak pun bertepuk tangan untuk kemenangan yang kudapatkan.
                                                ***
( Beberapa Minggu setelah UASBN dan Study Tour terakhir )
“ting tung!”. Aku terbangun sejenak dari tidur siangku.
“maaf bisa saya bertemu dengan Jessi?” kata seorang anak laki-laki sedang menyebut nama adikku. Karena penasaran,aku segera turun dari kasur dan menuju ruang tamu dengan mengendap-endap. Ternyata Jessi hanya sedang bermain bersama anak laki-laki itu. Mungkin hanya fikiranku saja yang terlalu berlebihan sampai sebegini penasarannya. Jessi adalah kependekan dari JESSIca. Dia adalah adikku satu-satunya. Dia beda 1 tahun denganku. Biasanya nama Jessica identik dengan feminin. Tapi disini,Jessica adalah anak tomboy yang lebih menyukai bergaul dengan laki-laki daripada perempuan. Dia lebih memilih mobil-monilan daripada sebuah boneka beruang yang menurutku lucu banget. Jadi kalian pasti bisa bedain dong yang mana namanya Mery dan mana yang namanya Jessica. Kalau boleh jujur nih,sebenernya aku iri sama adikku itu. Aku suka banget sama nama Jessica dan aku berharap bisa mengganti namaku itu. Tapi ya mungkin sudah seharusnya aku bersyukur dengan apa yang ada.
Jessssiiiiiii !!!!!!!!! . Teriakku di depan kamar Jessi sambil menggedor-gedor kamarnya
“apaan sih ?! ribut banget “ (--“)
“gimana nggak ribut coba. Kamu tuh uda berantakin boneka kakak yang ada di lemari ruang tamu. Beresin sekarang!! dasar bandel banget ! “
“ooh gitu. Yauda kakak  aja yang beresin. Aku mau tidur. Capek” (:p)
“HEH! Malah balik nyuruh ! ya kamu yang harus beresin! Kan kamu yang berantakin ! “
“AH! Bawel banget sih ! itu kan boneka kakak,jadi kakak yang beresin!”
“dasar!! Liat aja nanti pas kakak  beli ice cream,kamu nggak bakal kakak beliin !”
“yeeeeee biarin ! aku mau diet kok” (:p). Aku segera menjauh dan mengalah dari adikku yang satu ini. Dia benar-benar egois dan menyebalkan. Terpaksa aku harus merapikan bonekaku sendiri di ruang tamu. Biasanya dia tuh bakalan mau kalau di sogok sama yang namanya ice cream. Tapi kali ini entah kenapa dia tadi bila mau diet. Ah emang kurang ajar tu anak. Kali ini aku memang harus sering mengalah daripada hari-hari sebelumnya.  Mendingan aku ngalah duluan daripada nanti malah bertengkar. Dan tanpa berfikir lama,aku segera turun menuju ruang tamu untuk merapikan boneka. Sebenarnya alasan bonekaku di taruh di lemari bawah karena,bonekaku nggak muat kalau di taruh di kamar. Dan kalau dipaksakan pun kelihatannya percuma saja. Jadi bunda memutuskan untuk membeli lemari agar bonekaku tidak berserakan dimana-mana. Kamarku cukup rapi daripada kamar Jessi. Kata bunda,hanya aku anak rajin yang ada di rumah. Jadi aku harus bisa memberi contoh yang baik kepada Jessi. Setelah semua boneka sudah dirapikan aku segera keatas dan kembali masuk kamar.
“bete gue hari ini” à send
“haha napa lo Mer?” à from Mayla
“gue dikerjain ama si Jessi setan itu” à send
“hiyah, Jessi begitu elo hadepin.. lo ngalah aja Mer” à from Mayla
“gue udah ngalah, yaaa akhirnya gue capek beresin boneka” à send
“hahahaha pinter juga adek lo itu. Bisa berantakin boneka segunung gitu. hahahaha . =))” à from Mayla
“SETAN Lo !!  pke acara ngetawain gue segala !” à send
“iya-iya say,jangan ngambek napa, bentar lagi kan perpisahan :*” à from mayla
“ yauda say gue maafin. Iya bener juga lo. Bentar lagi kan perpisahan. Pisah deh kita :’( “  à send
“don’t be cray say.. gk usa di pikirin dulu deh..” à from Mayla. Aku segera menaruh hpku di kasur dan langsung pergi menuju Carrolite accesorice tanpa menyudahi smsanku dengan Mayla. Aku mengambil jeans,jaket biru dan kunci motor. Lalu segera tancap gas menuju Carrolite. Sesaat di tengah perjalanan,aku ingat kalau aku lupa membawa dompet. Dan akhirnya aku memutuskan untuk memutar balik arah menuuju ke rumah. Aku bergegas menuju lantai atas setelah aku sampai. “mampus, gue lupa naruh dompet dimana --“ “ kesalku dalam hati. Aku mencari-cari dompetku sampai ke bawah kasur,tapi nggak ada hasil sama sekali. Aku terpaksa mengambil uang cadangan di laci lemariku. Lalu aku berlari menuju lantai bawah dan kembali menuju Carrolite. “untuung masih ada duit di laci…” desahku.
Sesampainya disana,pelayan gadis membukakan pintu dengan ramah dan mengikutiku dari belakang. “mbak, ada nggak 4 gelang warna ungu denga model yang sama ? modelnya yang lucu..” tanyaku pada si mbak pelayan. “ada sih mbak,baru dateng kemarin sore. Saya ambilkan dulu”. Aku menunggu mungkin hanya 5 menit,untungnya nggak sampai 1 jam. “nih mbak,gimana? Suka ndak ?” Tanya si mbak pelayan sambil memberiku 1 contoh gelang. “lucu nih. Berapa satunya ? “ tanyaku sambil mencoba gelang tersebut. “Cuma 5.000 mbak…”. “yasudah mbak,saya ambil 4 saja”. Aku mengikuti pelayan tersebut menuju kasir. Aku mengambil dompet dan segera memberikan selembar 50 ribuan kepada mbak-mbak penjaga kasir. “kembalinya 10.000 ya mbak..” kata mbak penjaga kasir dengan penuh senyum,lalu aku pun membalas dengan senyum pula. “datang kembali ya mbak..” kata penjaga pintu sambil membukakan pintu untukku. Aku pun segera menyalakan mesin motor dan langsung menuju ke rumah. Sore ini sangat mendung. Mungkin beberapa menit lagi hujan akan turun,jadi aku menambah kecepatan agar tidak kehuajanan nantinya.
                                                ***
“thanks ya Mer gelangnya. Lucu banget,aku suka loh.” Kata Merlin sambil mencoba gelang yang kubeli kemain.
“iya nih,lucu bangggeet. Warnanya bagus” balas Mayla sambil melihat-lihat gelang dariku.
“guys, ini gelang the last of memory, hanya mereka yang bisa menyaksikan kenangan terakhir kita saat kelas 6 ini. Jadi dipake terus yaa..” pintaku kepada mereka
“sip. Tapi yang 1 itu buat siapa lagi ?” Tanya Mayla sambil menunjuk 1 gelang lagi di plastic yang kupegang.
“oohh… ini buat 1 cewe lagi. Kalian bakal tau pas perpisahan besok.” Kataku dengan penuh misteri. Lalu aku,Mayla dan Merlin menuju ke dalam kelas karena ingin bersenang-senang untuk terakhir kali. Karena besok adalah penerimaan rapor. ”moga aja nilai kita bagus !” kata Merlin dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangan keatas dan dengan wajah lucu. Aku dan Mayla pun tertawa melihat tingkah laku Merlin. “kenapa ketawa? Ada yang lucu kah?” mendengar itu,aku dan Mayla pun kembali tertawa melihat muka inosen dari Merlin. Dan mungkin itu adalah saat terakhir kalinya aku melihat muka inosen Merlin.
“ besok kalian akan menerima rapor untuk terakhir kalinya. Jadi besok jangan lupa pakai baju kebaya untuk perempuan dan jas untuk laki-laki “ pinta Ustdzah Sitha sebagai wali kelasku.
“iyaa ustdzah…” jawab anak 6c dengan serempak
“dan ini ada undangan untuk orang tua kalian masing-masing. Mery tolong bagikan kepada teman-temanmu.” Suruh Ustdzah Sitha kepadaku. Aku langsung membagikan surat undangan kepada anak-anak 6c. Saat membagikan surat undangan,aku melihat muka murung dari Kayla. Aku nggak tau sih dia kenapa. Kan sekarang aku udah nggak seberapa deket sama dia gara-gara Aurel dan Keyzya. Setelah membagikan undangan,aku segera kembali ke tempat dudukku dan membereskan beberapa buku yang berserakan di mejaku,karena sebentar lagi waktunya pulang.
“krrrrriiiiiiinggggggg kriiiiinnnnggggggg kriiiiiinnngggggg” bel pulang berbunyi dan suara do’a pun mulai terdengar. “be quiet please…pray together..” kata Ifa dengan lantang sebagai ketua kelas dari 6c. Dan setelah do’a usai,semua anak 6c bersalaman,tapi tetap saja anak laki-laki dan anak perempuan nggak boleh salaman. Tampa terasa,aku pun meneteskan air mata saat bersalaman dengan Mayla dan Merlin. Semua anak pun menangis karena hanya besok hari terakhir bertemu.
                                                ***
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baiktimu akan ku’ukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa. Tanpa tanda jasa…” itulah lagu terakhir untuk ustad/zah yang ada dalam gedung undangan. Lagu persembahan terakhir sebagai tanda terimakasih kepada ustad/zah yang sudah lama mengajar teman-teman seangkatanku. Aku melihat beberapa ustad/zah yang mengangis terharu karena lagu yang dinyanyikan anak-ana seangkatanku tadi. Setelah bernyanyi,penerimaan rapor,piala serta medali segera dimulai.
“Selanjutnya kepada ananda Merryanti Aura Paulyn dengan predikat sangat memuaskan”. Saat namaku dipanggil,aku segera menuju ke panggung untuk mengambil rapor,penerimaan medali dan piala. Setelah mengambil rapor,piala dan medali,aku segera turun untuk kembali menuju tempat semulaku. Aku melihat danemku. Aku senang sekali karena danemku 28,9. Nilai yang cukup sayang sekali. Tapi nggak papa,aku sudah cukup senang dengan semua ini. Mayla danemnya 28.5,sedangkan Merlin mendapat 29.0. Dia sangat beruntung. Saat itu aku mengajak Mayla dan Merlin menuju bawah  tangga.
“heii.. sebelumnya aku minta maaf sebelumnya karena baru kasih tau kalian sekarang. Sebenarnya minggu depan aku akan pindah ke Jakarta. Aku sudah lama mendaftar disana. Aku hanya nggak ingin nyakiti kalian guys….” Kataku dengan lemas
“oouuhh no problem, kita udah lama tau tentang ini. Aku di kasih tau sama Dad,awalnya aku sangat sedih tapi meskipun kita jauh,kita kan msih bisa bersahabat. Ya kan ?” support Mayla
“iya Mer, aku juga uda tau dari mami aku. Kita masih bisa bersahabat kok.” Balas Merlin
“thanks ya guys,cuma kalian yang bisa ngerti aku.”. lalu kita saling berpelukan sebagai tanda perpisahan. Setelah mereka meninggalkanku,aku mengajak Kayla dan mencari tempat sepi.
“Kay,sorry aku ajak kamu kesini,aku cuma mau ngasih ini..” kataku sambil memberikan sebuah gelang berwarna ungu yang sebelumnya aku sempat kasih ke Merlin dan Mayla.
“hah? Kamu serius? Makasih ya Mer. Sorry aku udah pernah musuhin kamu,aku tau itu bukan kamu. Itu perbuatan Keyzya yang ingin mengadu domba kita Mer. Ummmm tapi aku sebenernya sedih banget sekarang,karena harus ngelihat kamu minggu depan udah nggak disini. Kamu bakal ke Jakarta kan?” Tanya Kayla lemas.
“iya benar. Kamu tau darimana?” tanyaku heran
“dari Dady. Dady kan teman bisnis dari ayah kamu Mer…”
“oohh ternyata gitu. Ehhmm sekarang kita baikan dan menjadi sahabat seperti dulu ya meskipun kita jauh…” pintaku kepada Kayla
“okeee… “ kata Kayla sambil memelukku. Tanpa sadar,aku melihat Merlin dan Mayla sedang tersenyum melihatku.
“guys… kalian… tungu-tungu biar aku……”
“ssttt udah,kita ngerti kok. Gimana kalau sekarang kita jadi 4 best friend” tawaran Mayla membuatku semakin bingung.
“aku sama Mayla mikir. Kita itu nggak perlu cemburu. Kamu boleh berteman dengan siapa saja.”. lalu aku,Mayla,Merlin dan Kayla berpelukan. Jadi endingnya disini adalah BAHAGIA. Aku nggak akan melupakan kenangan kali ini. Dan aku akan membuat sebuah cerita tentang ini semua. =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar